Saturday, May 2, 2009
Tips dalam Mendesain Logo
This material is intended to be used by BNCC Graphic Design Community
1. Logo?
Logo bukanlah hanya sebuah tanda/symbol, namun juga sebuah hal yang mampu merefleksikan brand sebuah perusahaan/product dengan penggunaan shape, font dan warna. Sebuah logo harus mampu mengindikasikan kualitas dan identitas perusahaan/produk. Salah satu fungsi dari logo adalah untuk membuat sebuah image yang mudah diingat dan mudah dikenali klien atau konsumen produk/perusahaan yang direpresentasikan logo tersebut.
2. Prinsip Simple Dalam Desain Logo
Ada 5 hal yang wajib dituruti semua desain logo
1. Describable
2. Memorable
3. Effective Without Color
4. Scalable
5. Appropriate
Poin 1 dan 2 memiliki satu fungsi: jika logo itu tidak dapat dideskripsikan, maka bagaimana orang akan mengingatnya?
Poin 3 penting agar logo bisa dicetak dan digandakan dengan fotokopi atau sebagainya. Poin 4 penting agar logo tetap bisa terlihat jelas walaupun berukuran kecil
Poin 5, desain logo harus cocok dengan perusahaan/produk yang diidentifikasikannya. Hal ini membutuhkan riset yang cukup terhadap produk/perusahaannya.
3. Pelajari Logo Yang Sukses dan Tidak
Setelah tahu 5 prinsip desain logo, maka semestinya kita bisa membedakan desain logo yang baik dengan desain logo yang buruk. Dengan mengetahui logo-logo apa yang baik dan mengapa mereka dikatakan baik, maka kita akan lebih memahami desain logo itu sendiri.
Contohnya nike. Logo ini dibuat oleh Caroline Davidson pada 1971 dengan harga $35. Namun sampai sekarang logo tersebut masih tertanam kuat di otak kita, masih efektif tanpa warna, dan dapat diskala dengan mudah. Logo tersebut simple, tidak kaku, dan merepresentasikan sayap dari dewi kemenangan: Nike.
4. Buatlah Logo Melalui Suatu Proses Desain
Setelah mempelajari langkah-langkah sebelumnya, maka kita bisa memulai proses desain logo. Setiap orang memiliki teknik dan proses yang berbeda-beda, namun secara garis besarnya kira-kira seperti ini:
a. Get to Know Your Client
Kita harus mengetahui klien kita dengan baik sebelum mendesain logo. Gunakan interview dan kuesioner untuk mendapatkan data-data yang diinginkan"You really need to understand your client very thoroughly before you get started. Logo Design is never just shooting in the dark. It's just the opposite."
Beberapa pertanyaan yang bisa digunakan:
* Company Name?
* What is your business or service offering?
* What is the mission and purpose of your business venture?
* Who is your target market and who is your most ideal customer?
* Who are your competitors and how do you differ from them?
Logo Details
* What are your thoughts on your competitors logos?
* What logo designs appeal to you and why?
* What logos do NOT appeal to you and why?
* What is the exact name as you would like it to appear in your logo?
* What is your tagline? Does this need to be incorporated into the logo design at all?
* What do you want the logo to say about your company?
* Your logo in three words?
* Do you have any colour preferences?
* Where will you be using this logo design? (car, website, etc.)
* What is the most important application of your logo? (website, stationery, etc)
Dari informasi tersebut, list-lah kata-kata yang mampu mengarahkan kita untuk membuat logo tersebut lebih appropriate.
b. Sketching & Prototyping
Buatlah sketsa kasar tentang logo yang akan kita buat. Gunakan kreativitas kita sebaik-baiknya! Buat sketsa yang cukup banyak, lalu seleksilah menjadi 4-6 buah. Setelah itu kita prototype logo tersebut dengan sebuah software di computer.
c. Send To Client For Review
Mintalah komentar klien tentang logo yang kita buat. Berikanlah 2-3 logo untuk mereka pilih, dan lakukan revisi apabila memang dirasa perlu.
Source: many, most of them forgotten.
Thursday, April 23, 2009
Happy Birthday - The Click Five
So here is the lyrics:
Hey you, I know I'm in the wrong
Time flies when you're having fun
You wake up, another year has gone
You're twenty one
I guess you wanna kno~ow
Why I'm on the pho~one
It’s been a day or so~o
I know it’s kinda late
But Happy Birthday
Yeah yeah whoa
I know you hate me
Yeah yeah whoa
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it’s kinda late
But happy birthday
So hard when you’re far away
It’s lame but I forgot the date
I won’t make the same mistake
I’m so to blame
So now you kno~ow
Don’t hang up the pho~one
I wish I was at ho~ome
I know its way too late,
But Happy Birthday
Yeah yeah whoa
I know you hate me
Yeah yeah whoa
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it’s kinda late
But happy birthday
It’s not that
I don’t care
You know I’ll make it up to you
If I could
I’d be there
Yeah yeah whoa
I know you hate me
Yeah yeah whoa
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it’s kind of lame
But Happy Birthday
Yeah yeah whoa
I know you hate me
Yeah yeah whoa
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it’s kinda late
But happy birthday
To you
Monday, March 23, 2009
Panduan Desain Grafis, Khusus Untuk Non-Designer!
Apakah Anda sering bingung jika harus membuat sebuah poster, spanduk, atau brosur yang terlihat bagus? Apakah Anda merasa frustasi karena Anda tidak bisa membuat desain yang bagus dan terlihat indah? Apakah anda merasa desain yang Anda buat tidak pernah benar?
Benar dan salah tidak ada dalam desain grafis, yang ada hanyalah komunikasi yang efektif dan non-efektif.
Desain grafis seringkali terlihat sebagai area eksklusif untuk orang-orang yang berjiwa seni atau orang-orang yang memiliki gelar di desain grafis. Memang dua hal yang cukup menentukan kehebatan dalam desain grafis adalah bakat dan latihan (practice makes perfect), namun semua orang pasti bisa mendesain dengan cukup baik dengan mempelajari konsep-konsep dasarnya.
Seperti fotografi saja, semua orang bisa membidik dan mengambil gambar sesuka hati. Namun, jika mereka mempelajari konsep dasarnya—rule of the thirds, silakan cari di Google—foto yang mereka ambil bisa terlihat jauh lebih baik.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui yang diharapkan akan membantu Anda memproduksi desain yang lebih baik dan terlihat lebih professional. Artikel ini bukan suatu peraturan, namun hanya berupa suatu anjuran untuk teman-teman yang sesama non-designer. (I swear I'm not a designer, I'm a programmer!)
Sampaikan Melalui Desain Grafis
Quote dari AIGA's Graphic Design: A Career Guide: (translated to Indonesia)
"Jika Anda ingin mengumumkan atau menjual sesuatu, menghibur atau membujuk seseorang, menjelaskan suatu system yang rumit atau mendemonstrasikan sebuah proses, atau dengan kata lain, Anda mempunyai sebuah pesan yang ingin Anda komunikasikan. Bagaimana Anda mengirimkan pesan tersebut?
Anda bisa saja memberi tahu orang demi satu atau mem-broadcast-nya dengan radio atau loudspeaker. Namun itu adalah bentuk komunikasi verbal. Namun jika Anda menggunakan media visual (membuat poster, mengetik huruf, membuat ikon atau logo, atau iklan), Anda memnggunakan komunikasi visual bernama desain grafis."
"Desainer membuat, memilih, dan mengatur elemen-elemen desain—tipografi, gambar, 'white space' di sekitar mereka—untuk mengkomunikasikan sebuah pesan"
Dari quote di atas, pahamilah bahwa tujuan dari sebuah desain grafis adalah menyampaikan pesan, informasi atau ide. Mungkin itulah mengapa ada jurusan di perkuliahan yang bernama DKV (Desain Komunikasi Visual).
Berhentilah berpikir bahwa desain grafis itu hanyalah seni. Desain grafis memang bisa sangat artistic, namun tetap hanya memiliki 1 tujuan: mengkomunikasikan atau menyampaikan sebuah pesan.
Ketahui Apa Yang Ingin Anda Sampaikan
Adalah hal yang penting untuk mengetahui apa yang Anda coba sampaikan dengan desain. 'What does this messsage have to do with making things look good?' Anggap saja seperti memberikan sebuah presentasi atau pidato. Jika Anda tidak menguasai atau memahami pesan yang Anda sampaikan, maka betapapun hebat Anda berbicara, betapa lucu Anda bertutur-kata, atau betapa menariknya Anda, tidak akan berguna. Anda hanya akan menghabiskan waktu Anda dan pendengar.
Sama saja seperti sebuah desain: desain adalah kendaraan yang membantu Anda mengkomunikasikan pesan, sedangkan pesan itu sendiri Adalah kunci kendaraan tersebut. Jika desain tersebut tidak cocok dengan pesan Anda, atau sebaliknya, maka desain Anda tidak akan efektif.
And that is the point dari desain grafis: efektif. Jika anda ingin membuat karya seni yang keren, Anda lebih baik belajar melukis. Jangan membuat desain Anda menjadi artistik karena Anda memang bisa melakukannya, tapi buatlah desain tersebut Artistik jika itu cara Anda bisa mengkomunikasikan pesan Anda secara visual.
Misalnya, Anda harus membuat brosur untuk sebuah panti jompo. Desain grafis dari brosur Anda tentunya harus membantu mengkomunikasikan pesan dari brosur Anda, yaitu Anda mempunyai pegawai yang semangat dalam merawat orang jompo, yang care, yang membuat orang-orang jompo merasa bahwa mereka mempunyai keluarga baru.
Berdasarkan informasi tersebut, tentunya Anda tidak akan membuat desain dengan gambar-gambar kartun. Meskipun nantinya desain brosur Anda terlihat bagus, namun tetap tidak akan mendukung pesan yang ingin Anda sampaikan, dan bahkan akan membuat 'calon klien' Anda menganggap mereka akan diperlakukan seperti anak-anak nantinya.
Tentukan Warnanya

Skema campuran warna yang unik dan baik memang susah dibuat, apalagi jika Anda tidak mempelajari sedikit tentang teori warna. Namun jika Anda sudah menentukan suatu warna yang tepat untuk suatu brand, maka tetaplah menggunakan sepuhan warna tersebut.
Contoh pertama, BINUS University, warna brand-nya adalah ungu tua. Walaupun tidak dipakai untuk logo, warna tersebut muncul hampir di semua media yang digunakan BINUS: kop surat, website, spanduk, dan lainnya. Yang lebih ekstrim lagi adalah UPS dengan warna logo cokelat. Seragam pekerja mereka juga cokelat, begitu juga dengan warna kendaraan delivery mereka.
Warna yang berbeda akan memberikan pesan yang berbeda. Misal biru memberikan kesan tenang, intelek, dalam. Kuning memberikan kesan ceria, pengecut; merah itu berani, sexy, dan elegan; hijau itu kemurnian dan bahkan racun. Masih banyak makna dari warna yang belum ditulis di sini.
Kombinasi warna pun mampu memberikan kesan yang berbeda. Warna yang muncul sebaiknya mempunyai kontras yang cukup, merefleksikan pesan yang ingin disampaikan dalam poster dan mempunyai appeal yang baik. Warna harus bisa memberi highlight, memisahkan, mendefinisikan informasi. Jika warna justru malah mengaburkan informasi, maka warna yang dipilih kurang tepat.
Berikan White Space
White space dalam desain menyediakan viewer untuk 'bernapas'. White space tidak harus berwarna putih, namun sebuah tempat kosong tidak diisi informasi apapun untuk menyediakan kontras dan meng-empasis informasi yang diberikan. Dalam desain, less is more! Tidak usah membuat desain yang terlalu ramai, karena dapat membingungkan viewer.
Gunakan Font Seperlunya
Beberapa font memang unik dan terlihat keren. Terkadang saking kerennya, Anda langsung masukkan saja di desain Anda tanpa berpikir panjang. Bahkan terkadang Anda memasukkan banyak font yang terlihat keren agar desain Anda terlihat keren juga.
Inilah yang harus dihindari. Menggunakan font dengan sembarangan seperti itu membuat Anda terlihat tidak mampu menggunakan font dengan baik. Gunakan dua atau tiga font dan tetaplah menggunakan font tersebut di dalam desain Anda. Satu font untuk headline, satu untuk teks konten, dan mungkin opsional satu lagi untuk aksen seperti quote, atau mungkin subheadline.
Gunakan Clipart Seperlunya
Setiap gambar dalam desain Anda harus memiliki tujuan tertentu. Terlalu banyak menggunakan clipart menandakan hasil karya seorang desainer amatir. Hanya karena Anda mempunyai clipart library lebih dari 1000 buah, tidak berarti Anda harus menggunakannya tanpa perancanaan yang hati-hati.
Jika Anda akan menggunakan clipart, gunakan gambar yang mempunyai style yang sama, terutama jika clipart tersebut dibuat oleh artis yang sama.
Teknik yang tidak mudah namun cukup berguna: gunakan sebuah gambar ber-resolusi tinggi dan crop bagian gambar tersebut untuk bagian-bagian berbeda dalam desain Anda. Lihat tutorialnya di Before & After Magazine.
Konsisten
Konsistensi adalah hal yang sangat penting dalam desain. Banyak flyer, brosur, poster yang menggunakan clipart yang berbeda-beda, banyak font yang berbeda, warna-warna yang 'edan', dan ukuran font yang berbeda pula. Wow!
Desain Anda harus konsisten, dan desain Anda juga harus membawa image yang konsisten tentang perusahaan Anda. Gunakan pilihan font yang sama, skema warna yang sama, penempatan logo yang sama di poster, brosur, dan media cetak lainnya. Hal ini akan membantu menjaga kesatuan image perusahaan atau brand Anda, dan terlihat sangat professional.
Akhir kata, selamat mendesain!
Source:






